HAMBATAN DETEKSI DINI HIV/AIDS PADA IBU HAMIL STUDI PADA SALAH SATU PUSKESMA DI WILAYAH SUMATERA BARAT

Main Article Content

Sumitri
Darmayanti

Abstract

Resiko penularan HIV dari ibu ke bayi masih cukup tinggi, namun kesadaran melakukan deteksi dini rendah (0,85 %). Penelitian bertujuan untuk menganalisis hambatan deteksi dini HIV/AIDS dari pihak responden, keluarga dan konselor, serta model konseling. Penelitin ini adalah penelitian deskritip dengan menggunakan pendekatan kuatitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan dari 49 ibu hamil dan 2 orang konselor. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan tentang deteksi dini HIV cukup tinggi 61,2%, sikap positif terhadap deteksi dini HIV berjumlah 49 %, dukungan positif keluarga untuk deteksi dini HIV sebanyak 63,7%. Deteksi dini konseling individual sebanyak 18,4% kemudian dilakukan konseling ulang dengan model terintegrasi dengan kegiatan kelas ibu didapatkan hasil sebanyak 90 % responden melakukan deteksi dini HIV. Hambatan yang ditemukan pihak konselor dalam penelitian ini adalah keterbatasan waktu dan fasilitas ruangan untuk konseling belum memadai. Hambatan dari responden adalah adanya stigma tentang penyakit HIV, perasaan terintimidasi, takut diambil darah, takut dengan jarum suntik, dan takut mengetahui hasilnya. Kesimpulan terdapat hambatan pelaksanaan deteksi dini HIV/AIDS pada ibu hamil pada aspek responden dan kesiapan pelayanan kesehatan. 

Article Details

How to Cite
Sumitri , S., & Darmayanti, D. (2019). HAMBATAN DETEKSI DINI HIV/AIDS PADA IBU HAMIL . SEAJOM: The Southeast Asia Journal of Midwifery, 3(2), 20-26. Retrieved from https://journal-aipkind.or.id/index.php/seajom/article/view/10
Section
Articles