PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG KANKER SERVIKS

  • Sitti Aisa Poltekes Kemenkes Kendari
Keywords: Knowledge, age at marriage, information, cervical cancer, Pengetahuan, usia saat menikah, informasi, kanker serviks

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks menduduki urutan ke 2 di Indonesia yang menyerang wanita usia 15-44 tahun dan  menyebabkan ribuan kematian per tahunnya. Kanker ini sering dikaitkan dengan usia muda ketika pertama kali melakukan hubungan seks dan kurangnya informasi yang diperoleh yangmempengaruhi pengetahuan para ibu dalam pasangan usia subur tentang kanker serviks. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan umur dan informasi dengan pengetahuan ibu tentang kanker serviks. Metode Penelitian: Penelitian analitik menggunakan rancangan cross-sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Poasia Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara pada bulan Desember 2017. Populasi adalah sebanyak 266 dan sampel diambil dengan tehnik accidental sampling, yaitu sebanyak 57. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil analisis statistik untuk variabel usia saat menikah dengan pengetahuan tentang kanker serviks dengan uji chi-square menunjukkan X2 hitung (6,92) lebih besar dari X2 tabel (3,841). Untuk variabel informasi, X2 hitung (10,07) juga lebih besar dari X2 tabel pada 3,841. Dengan demikian, terdapat hubungan antara usia saat menikah dan informasi yang diperoleh PUS dengan pengetahuan tentang kanker serviks. Kesimpulan dan Saran: Usia saat menikah dan informasi yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan tentang kanker serviks. Para ibu dari pasangan usia subur disarankan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kanker serviks dengan mengikuti penyuluhan yang disampaikan oleh tenaga kesehatan untuk dapat melindungi diri dari ancaman kanker serviks.

References

Arikunto, 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.

Depkes RI, 2013. Pemerintah Targetkan 80% Perempuan Dapat Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Serviks. http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=SNR.13100003. diakses tanggal 15 Desember 2017.

Ferlay J., Shin H.-R., Bray F., Forman D., Mathers C., Parkin D. M. Estimates of worldwide burden of cancer in 2008: GLOBOCAN 2008. 2010. International Journal of Cancer. ;127:2893–2917.doi:10.1002/ijc.25516.

Mubarak, 2011. Promosi Kesehatan Sebuah Pengantar Proses Belajar Mangajar dalam Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Mukama, Trasias et al. 2017. “Women’s Knowledge and Attitudes towards Cervical Cancer Prevention: A Cross Sectional Study in Eastern Uganda.” BMC Women’s Health 17: 9. PMC.

Notoatmodjo. 2010. Metode penelitian kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Notoatmodjo. 2010. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Phillips et all. 2003. Health Education Research, Volume 18, Issue 3, 1 June 2003, Pages 318–328,https://doi.org/10.1093/her/cyf022

Plummer M, Julian P, and Silvia on behalf of the International Collaboration of Epidemiological Studies of Cervical Cancer. 2012. “Time since First Sexual Intercourse and the Risk of Cervical Cancer.” International journal of cancer. Journal international du cancer 130.11: 2638–2644. PMC.

Rasjidi. 2007. Vaksin Human Papilloma Virus dan Eradiksi Kanker Mulut Rahim. Malang : Sugeng Seto.

Rasjidi. 2011. 100 Questions & Answers : Kanker pada Wanita.Jakarta : Elex Media Komputindo.

World Health Organization. WHO. 2013. Comprehensive Cervical Cancer Prevention And Control : A Healthier Future For Girls and Women.(online)(http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/78128/3/9789241505147_eng.pdf) diakses tanggal 15 Desember 2017.
The Southeast Asian Journal of Midwifery
Published
2018-08-26